Beranda
EkstrakurikulerKegiatan

Ketua IPPNU Tana Toraja Bawakan Materi Kecakapan Organisasi dengan Seru, Peserta LDKSM Antusias

Peserta LDKSM MTsN 1 Tana Toraja 2026 mendapat pembekalan Manajemen Organisasi dari Ketua IPPNU Tana Toraja, Gheshiya Regina Rahmi.

Ketua IPPNU Tana Toraja Bawakan Materi Kecakapan Organisasi dengan Seru, Peserta LDKSM Antusias
Althafunnisa
Bagikan berita

TANA TORAJA — Peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Madrasah (LDKSM) MTsN 1 Tana Toraja 2026 mendapat pembekalan Manajemen Organisasi dari Ketua IPPNU Tana Toraja, Gheshiya Regina Rahmi. Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian LDKSM karena memberikan pemahaman kepada peserta tentang bagaimana sebuah organisasi dibangun, dikelola, dan digerakkan melalui kepemimpinan, komunikasi, pembagian peran, serta kerja sama.

Gheshiya Regina Rahmi merupakan siswi yang duduk di kelas X.2 MAN Tana Toraja. Di tengah aktivitasnya sebagai pelajar, ia mengemban amanah sebagai Ketua IPPNU Tana Toraja. Kehadirannya sebagai pemateri memberikan warna tersendiri dalam LDKSM karena materi Manajemen Organisasi disampaikan oleh sesama generasi pelajar yang juga sedang bertumbuh dan belajar melalui pengalaman berorganisasi.

1001924393

Kedekatan usia antara pemateri dan peserta membuat pembahasan mengenai organisasi terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa. Gheshiya mengajak peserta melihat bahwa belajar memimpin tidak harus menunggu dewasa atau memperoleh jabatan yang tinggi. Proses itu dapat dimulai sejak bangku sekolah melalui keberanian mengambil tanggung jawab, menjalankan amanah, menyampaikan gagasan, serta belajar bekerja bersama orang lain.

Dalam pembahasannya, peserta diajak memahami bahwa organisasi bukan sekadar kumpulan orang yang namanya tercantum dalam struktur kepengurusan. Sebuah organisasi memiliki tujuan yang harus dicapai melalui pembagian peran yang jelas, komunikasi yang sehat, koordinasi yang terarah, dan komitmen setiap anggotanya. Karena itu, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh ketua, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang berada di dalamnya.

Materi kemudian membawa peserta pada pemahaman tentang bagaimana sebuah gagasan dapat diterjemahkan menjadi program dan kerja nyata. Ide yang baik membutuhkan perencanaan, pembagian tugas, pengaturan waktu, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dari proses tersebut, peserta belajar bahwa manajemen organisasi bukan sekadar teori, melainkan kemampuan mengelola orang, waktu, gagasan, dan tanggung jawab agar dapat bergerak menuju tujuan yang sama.

Komunikasi juga menjadi bagian penting dalam kecakapan berorganisasi. Organisasi mempertemukan orang-orang dengan karakter, cara berpikir, dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, peserta perlu belajar mendengarkan, menyampaikan pendapat dengan baik, menghargai gagasan orang lain, dan menjaga koordinasi. Ketika komunikasi berjalan sehat, perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan yang lebih baik.

Peserta juga diajak memahami bahwa dinamika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi. Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, pembagian tugas yang belum seimbang, hingga anggota yang kurang aktif dapat muncul dalam perjalanan sebuah kepengurusan. Situasi seperti ini justru menjadi ruang belajar untuk mengendalikan diri, membangun dialog, mencari solusi, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Melalui materi Manajemen Organisasi, pemahaman tentang kepemimpinan turut diperkuat. Seorang pemimpin bukan orang yang harus mengerjakan semuanya sendiri atau menjadi sosok yang paling dominan dalam kelompok. Pemimpin justru perlu mampu mengenali potensi orang lain, membangun kepercayaan, membagi tanggung jawab, menggerakkan anggota, serta memberikan ruang agar setiap orang dapat berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya.

Di sisi lain, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari posisi ketua. Anggota yang disiplin, menjaga komitmen, menyelesaikan tugas, berani menyampaikan gagasan, menghargai keputusan bersama, dan bersedia membantu orang lain juga sedang mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan. Dari sinilah peserta diajak memahami bahwa sebelum mampu mengelola sebuah organisasi, seseorang terlebih dahulu perlu belajar mengelola dirinya sendiri.

Pembekalan bersama Gheshiya Regina Rahmi tersebut semakin menguatkan semangat LDKSM MTsN 1 Tana Toraja 2026, “Menyalakan Nyali, Menggali Potensi, Menumbuhkan Jiwa Pemimpin”. Kehadiran seorang pelajar sebagai pemateri sekaligus menjadi pesan tersendiri bahwa usia muda bukan penghalang untuk belajar mengambil peran dan tanggung jawab. Dari organisasi, siswa dapat belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang keberanian mengambil amanah, kemampuan menggerakkan potensi, serta kemauan untuk bertumbuh dan memberi manfaat bersama orang lain.

A
PenulisAdministrator

Redaksi Tinta.com, media publikasi resmi MTsN 1 Tana Toraja.

Berita ini bermanfaat?