Menyiapkan halamanMTsN 1 Tana Toraja
Bagikan
Terbit Diperbarui

Unjuk Bakat dan Lestarikan Bahasa Daerah, MTsN 1 Tana Toraja Raih Tiga Piala di FTBI 2026

Tiga Murid MTsN 1 Tana Toraja Raih Juara Pada PTBI 2026

4kali dilihat 3pembaca unik harian 3kali dibaca ≥75% 4menit baca (perkiraan)
Unjuk Bakat dan Lestarikan Bahasa Daerah, MTsN 1 Tana Toraja Raih Tiga Piala di FTBI 2026
Lady Aulia

MAKALE, TINTA MTsN 1 TANA TORAJA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tana Toraja. Melalui keberanian, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah, kontingen madrasah sukses memboyong tiga piala dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 tingkat MTs/SMP se-Kecamatan Makale, yang diselenggarakan di UPT SMP Negeri 1 Makale, Jumat (9/10/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah tidak hanya mampu menunjukkan prestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam seni, sastra, dan keterampilan berbahasa daerah. Lebih dari sekadar meraih penghargaan, keikutsertaan ini sekaligus memperlihatkan peran aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Toraja.

Dalam festival tersebut, MTsN 1 Tana Toraja mengirimkan delapan peserta didik terbaik untuk berkompetisi pada sejumlah cabang perlombaan. Dengan persiapan, latihan, serta pendampingan guru, para peserta berupaya menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

Dari delapan peserta didik yang mengikuti kompetisi, tiga di antaranya berhasil mengukir prestasi pada kategori komedi dan pidato bahasa daerah.

Ketiga peserta didik berprestasi tersebut adalah:

1. Ramadan – Juara II cabang Komedi Putra.

2. Taufik Walhidayah – Juara III cabang Pidato Putra.

3. Nur Khalifa – Juara III cabang Komedi Putri.

Raihan tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 1 Tana Toraja. Melalui cabang komedi, para peserta memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bertutur, dan keberanian berekspresi. Sementara itu, cabang pidato menjadi wadah untuk mengasah keterampilan berbicara, menyampaikan gagasan, serta membangun rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa daerah.

Prestasi ini menunjukkan bahwa bahasa ibu bukan sekadar sarana komunikasi sehari-hari, melainkan juga dapat menjadi medium berkarya, berprestasi, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Kepala MTsN 1 Tana Toraja, H. Sampe Baralangi, yang turut hadir mendampingi kontingen madrasah, memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh peserta didik dan dedikasi para guru pembimbing.

Keberhasilan tersebut dipandang bukan hanya sebagai pencapaian dalam perlombaan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah yang perlu terus diwariskan.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah berani tampil dan membawa nama baik madrasah. Keberanian mengambil bagian dalam kompetisi merupakan pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

Salah seorang guru pembimbing, Ramayanti, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh keluarga besar madrasah. Dukungan tersebut mencakup persiapan materi perlombaan, penyediaan kostum dan properti, hingga pendampingan peserta selama proses latihan dan pelaksanaan kegiatan.

Kerja sama antara peserta didik, guru pembimbing, pimpinan madrasah, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kontingen.

Festival Tunas Bahasa Ibu memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kecintaan pelajar terhadap bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Di tengah pesatnya penggunaan teknologi dan semakin beragamnya pengaruh budaya global, pengenalan serta pemanfaatan bahasa ibu oleh generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian identitas lokal.

Melalui kegiatan seperti FTBI, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal, mempraktikkan, dan mengekspresikan bahasa daerah secara kreatif. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan komitmen MTsN 1 Tana Toraja untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kreativitas, dan penghargaan terhadap kearifan lokal.

Keberhasilan meraih tiga piala pada FTBI 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus menggali bakat, meningkatkan keterampilan, dan berani mengikuti berbagai kompetisi sesuai minat serta potensi masing-masing.

Bagi MTsN 1 Tana Toraja, capaian ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat pembinaan kegiatan seni, sastra, dan budaya daerah secara berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan budaya berprestasi, madrasah berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.

Tiga piala yang diraih bukan hanya simbol kemenangan, melainkan juga bukti bahwa generasi muda madrasah mampu berprestasi sambil menjaga bahasa ibu tetap hidup, dikenal, dan dibanggakan. (Lady)

Topik terkait#Prestasi Murid
T
PenulisTim Humas

Redaksi Tinta.com, media publikasi resmi MTsN 1 Tana Toraja.

Selamat Datang di
ZI

Zona Integritas